Contoh Dialog Simple Past Tense, Percakapan Seru Masa Lalu

EnglishCoo – Contoh Dialog Simple Past Tense adalah percakapan tentang kegiatan atau peristiwa masa lalu. Kalimatnya menggunakan kata kerja Verb 2, Did, atau Was / Were.

Duh, kalau urusan tulis-menulis atau karang-mengarang, bawaannya jadi malas. Ada yang merasakan hal demikian? Apalagi bikin percakapan, ampun deh! Tenang, dalam artikel ini ada beberapa contoh dialog Simple Past Tense.

Bikin kalimat sendiri aja susah, apalagi kalau rame-rame. Komentar seorang pelajar dalam hati.

Lho, bukannya kalau berkelompok atau berpasangan tugas jadi lebih mudah ya?

Biasanya, kalau semakin banyak kepala, semakin bingung mau nulis apa. Apalagi kalau semua anggota nggak ada ide, parah deh! Tapi kalau semuanya punya ide, jadi kontes adu argumen. Hmm…

Ya, lebih baik gitu sih daripada nggak ada ide sama sekali. Daripada bengong trus nunggu ide jatuh dari langit, mendingan ikuti tips membuat contoh dialog Simple Past ini sehingga tugas bisa selesai tepat waktu:

  1. Diskusikan bersama temanmu, tema apa yang bakal diobrolin. Apakah tentang keluarga, pendidikan, ekonomi, persahabatan, cinta, olahraga, dll. Kalau terlalu umum, kamu bisa tulis topik saja, apa yang dibahas dalam percakapan.
  2. Tentukan alur ceritanya seperti apa. Alur secara umum saja sehingga kamu dan teman-teman bisa lebih banyak improvisasi. Ingat, ceritanya harus tentang masa lampau alias masa lalu. Mengapa? Ya, karena kita bakalan membuat contoh percakapan Simple Past Tense.
  3. Tulis tokoh. Boleh jadi diri-sendiri alias pakai nama sendiri atau nama fiktif dan jelaskan perannya.
  4. Tulis contoh dialog Simple Past Tense. Biasa awali dengan greeting seolah-olah baru bertemu. Bisa juga langsung mulai dari pertengahan seolah sudah ngobrol sebelumnya.

Biar lebih mantap, nih ada beberapa contoh dialog Simple Past Tense. Walaupun dikasih contoh, usahakan bikin sendiri ya. Pasti jadi lebih bangga kalau buatan sendiri, ya nggak?

Lanjut.

 

Contoh Dialog Simple Past Tense Tense 1: Percakapan tentang Kegiatan Minggu Lalu

Contoh Dialog Simple Past Tense Percakapan tentang Kegiatan Minggu Lalu


Apa yang kamu lakukan akhir pekan lalu? Pertanyaan sederhana ini bisa menjadi sebuah percakapan seru jika kamu mau. Mau apa? Ya, mau menulisnya. Mau berusaha. Pokoknya tulis saja dulu. Nanti urusan meng-edit.

Yuk simak contoh dialog Simple Past Tense beserta terjemahannya berikut ini. Tentang apa? Tentang kegiatan minggu lalu. Kalimat yang digunakan sebagian besar berpola Simple Past Tense, yaitu kalimat yang digarisbawahi.

TOPIK: Kegiatan Minggu Lalu
TOKOH: Cahaya dan Bulan
ALUR CERITA: Bulan bercerita tentang kegiatan yang ia lakukan pada akhir minggu lalu kepada sahabatnya, Cahaya. Berkunjung ke rumah nenek di desa. Kegiatan di peternakan menyenangkan. Sedangkan Cahaya memancing bersama ayahnya. Tapi Cahaya agak kecewa. Mengapa? Temukan jawabannya dalam contoh dialog Simple Past Tense ini.

Cahaya : Hi, Bulan. What did you do last weekend? (Hi Bulan, Apa yang kamu lakukan akhir minggu lalu?)
Bulan : Oh, I did a lot of things. I went to a village last Saturday. (Oh, banyak hal yang kulakukan. Aku pergi ke desa pada hari Sabtu.)
Cahaya : Who did you visit? (Siapa yang kamu kunjungi?)
Bulan : I visited my grandparents. They live in the village. (Aku mengunjungi kakek-nenek. Mereka tinggal di desa.)
Cahaya : Oh, I see. Who did you go with? (Oh, aku mengerti. Sama siapa kamu pergi?)
Bulan : I went there with all of my family. They were mother, father and my younger sisters. (Aku pergi sama keluarga. Ada ibu, ayah dan adik-adikku.)
Cahaya : Wow, that would be so fun! (Wow, tentu menyenangkan!)
Bulan : Yeah, it was so fun. And we also felt tired. (Ya, menyenangkan dan kami juga merasa lelah.)
Cahaya : What did you do there? (Apa yang kamu lakukan di sana?)
Bulan : We helped our grandparents in the farm. My sisters and I fed the cows, chicken, pigs and horses. Then we took some chicken eggs and gave them to mother and grandmother. They cooked our lunch. (Kami membantu kakek-nenek di peternakan. Adik-adik dan aku memberi makan sapi, ayam, babi dan kuda. Kemudian kami mengambil beberapa telur ayam dan memberikan kepada ibu dan nenek. Mereka memasak makan siang.)
Cahaya : Did you ride a horse? (Apa kamu berkuda?)
Bulan : Yes, we did. My sisters were really excited to ride a horse. They weren’t afraid at all. (Ya, kami berkuda. Adik-adikku sangat bersemangat. Mereka tidak takut sama sekali.)
Cahaya : What about you? (Kamu gimana?)
Bulan : Of course I rode a horse too. (Tentu saja aku ikut berkuda.)
Cahaya : No, that’s not my question. My question is: Were you afraid at that time? (Bukan itu pertanyaanku. Pertanyaanku: waktu itu kamu takut?)
Bulan : Me? Ha ha! Of course… I was … a little bit afraid. (Aku? Ha ha! Tentu saja aku … sedikit takut.)
Cahaya : Ha ha! I knew it. (Haha! Sudah kuduga.)
Bulan : So, tell me about yours. What did you do last weekend? (Jadi, ceritakan kepadaku. Apa yang kamu lakukan saat akhir pekan?)
Cahaya : Nothing special. I didn’t do any fun activities like you. I was just at home on Saturday. And yeah, on Sunday I went fishing with my dad. (Nggak ada yang spesial. Aku nggak melakukan kegiatan menyenangkan sepertimu. Aku di rumah saja hari Sabtu. Dan ya, hari Senin aku mancing sama ayah.)
Bulan : How many fish did you get? (Berapa banyak ikan yang kamu peroleh?)
Cahaya : We got only some fish because we had to finish it earlier. (Hanya beberapa saja karena kamu harus selesai lebih awal.)
Bulan : Oh, why? (Oh, kenapa?)
Cahaya : Because my dad’s friend called him. He had to go and meet his friends. He forgot that he had had a promise to his friends. (Karena teman ayahku meneleponnya. Ia harus pergi dan ketemu mereka. Ia lupa kalau ada janji dengan teman-temannya.)
Bulan : Oh… don’t be sad. There will be other weekends, right? I hope you will have fun things to do next weekend. (Oh, jangan sedih. Akan ada akhir pekan selanjutnya, ya kan? Aku harap ada hal yang menyenangkan akhir pekan nanti.)
Cahaya : Yeah, I hope so. Thank you. (Ya, aku harap begitu. Makasih ya.)
Bulan : You are welcome. (Sama-sama.)

Contoh dialog Simple Past Tense di atas saya beri terjemahannya sekalian. Sebenarnya sih emang lebih bagus belajar tanpa terjemahan, supaya kamu lebih paham.

Nah, karena sudah ada terjemahannya langsung, kamu bisa tutup terjemahannya dan fokus pada bahasa Inggrisnya saja. Kalau nggak ada bayangan artinya kayak gimana, baru deh intip terjemahannya. Oke?

 

Contoh Dialog Simple Past Tense Tense 2: Percakapan tentang Liburan Sekolah yang Lalu

Contoh Dialog Simple Past Tense Percakapan tentang Liburan Sekolah yang Lalu
Liburan sekolah yang lalu kamu kemana? Topik ini bisa jadi bahasan saat kamu bikin contoh dialog Simple Past Tense.

Apalagi kalau liburan sekolah baru usai seminggu yang lalu. Wah, sedang hangat-hangatnya terbayang kegiatan asyik saat liburan sekolah lalu.

Eh, gimana kalau liburan sekolahmu membosankan? Nggak masalah! Kamu bisa menceritakan mengapa itu membosankan. Intinya liburan sekolah yang lalu bisa jadi topik percakapan Simple Past Tense.

TOPIK: Liburan Sekolah yang Lalu
TOKOH: Megha dan Wintang
ALUR CERITA: Hari pertama masuk sekolah, Megha dan Wintang bercakap-cakap. Megha bersyukur akhirnya masuk sekolah setelah liburan panjang. Saat liburan Megha disibukkan dengan kegiatan menjaga adik-adiknya. Jika saja Wintang tahu, ia pasti datang ke rumah Megha untuk membantu menjaga adik-adiknya. Mengapa? Yuk simak dalam contoh dialog Simple Past berikut ini.

Megha : Oh, finally we are back to school. (Oh, akhirnya kita kembali ke sekolah.)
Wintang : What happen? Don’t you like school holiday? (Ada apa? Tidakkah kamu menyukai liburan sekolah?)
Megha : I do, but not last holiday. (Aku suka, tapi nggak pada liburan yang lalu.)
Wintang : Why? (Mengapa?)
Megha : Because I always felt tired at the end of the day. (Karena aku selalu merasa lelah pada akhir hari.)
Wintang : What did you do? (Apa yang kamu lakukan?)
Megha : I took care of all my siblings during the holiday. You know, I have two young sisters and one baby brother. (Aku menjaga semua saudaraku saat liburan. Kamu tahu, aku punya dua adik perempuan dan satu adik bayi laki-laki.)
Wintang : What about your parents? Where did they go? (Orang tuamu gimana? Kemana mereka pergi?)
Megha : My dad died five years ago and my mom worked as usual. (Ayahku meninggal 5 tahun yang lalu dan ibuku kerja seperti biasa.)
Wintang : I am sorry about your dad. (Turut berduka tentang ayahmu.)
Megha : That’s OK. (Nggak apa-apa koq.)
Wintang : Did you do it yourself? Didn’t your mother ask somebody to take care of them? (Apa kamu mengerjakannya sendiri? Tidakkah ibumu meminta seseorang membantu menjaga mereka?)
Megha : Yes, she did. Ratna usually helps us to take care of my brother and sisters. But she was sick last month. (Ya, dia melakukannya. Ratna biasanya membantu kami menjaga adik-adikku. Tapi ia sakit bulan lalu.)
Wintang : Why didn’t your mother find somebody else? (Mengapa ibumu tidak mencari orang lain?)
Megha : She tried to contact her friends and asked them. But nobody was available at that time. (Ia berusaha menghubungi teman-temannya. Tapi nggak ada yang bisa.)
Wintang : How did you manage your time? (Bagaimana kamu mengatur waktu?)
Megha : My mother and I had made a schedule for taking care of my baby brother. I followed it. (Ibu dan aku sudah bikin jadwal gimana merawat adik bayiku. Aku mengikuti jadwal itu.)
Wintang : Oh, I can image how tiring it was. What did your mother do before she went to work? (Oh aku bisa bayangkan betapa lelahnya. Apa yang ibumu lakukan sebelum berangkat kerja?)
Megha : My mother woke up early and prepared everything before she left. She bathed baby brother and two young sisters. In the afternoon she went home for one and a half hours. Then she was back to work and finally came home at 4 p.m. (Ibu bangun pagi dan menyiapkan segalanya sebelum kerja. Ia memandikan adik-adikku. Siangnya ia pulang satu setengah jam. Kemudian kembali kerja dan pulang jam 4 sore.)
Wintang : Oh, I see. You know, if I knew that you took care of your siblings, I would come to help you. (Oh,a ku ngerti. Jika aku tahu kamu menjaga adik-adikmu, aku akan datang untuk membantu.)
Megha : Really? But it was tiring. (Benarkah? Tapi itu melelahkan.)
Wintang : Yeah, but I want to know how it feels. (Ya, tapi aku pengen tahu gimana rasanya.)
Megha : What do you wanna feel? (Apa yang ingin kamu rasakan?)
Wintang : Being an elder sister. I am the youngest child in my family. I don’t have any younger sister or brother. You are so lucky! (Menjadi kakak. Aku anak terakhir di keluarga. Aku nggak punya adik. Kamu beruntung sekali.)
Megha : Okay, next time you can come to my house to play with them. (Oke, kapan-kapan kamu boleh ke rumah untuk main sama mereka.)
Wintang : Oh, I’m so happy. When? What about this weekend? Okay? (Menjadi kakak. Aku anak terakhir di keluarga. Aku nggak punya adik. Kamu beruntung sekali.)
Megha : Okay, if you aren’t busy. (Oke, jika kamu nggak sibuk)
Wintang : Not at all. (Nggak sama sekali.)

Bagaimana dengan liburan sekolahmu yang lalu? Apakah menyenangkan atau membosankan?

 

Contoh Dialog Simple Past Tense 3: Percakapan tentang Pengalaman Masa Lampau

Contoh Dialog Simple Past Tense Percakapan tentang Pengalaman Masa Lampau
Selain kegiatan hari Minggu yang lalu dan liburan sekolah yang sudah lewat, pengalaman mengesankan yang terjadi di masa lampau juga bisa kamu bahas lho.

Pengalaman yang tak terlupakan, entah itu menyenangkan, menyedihkan ataupun memalukan yang pernah kamu alami di masa yang dulu. Topik ini bisa kamu sulap menjadi contoh dialog Simple Past Tense yang seru abis.

TOPIK: Pengalaman Masa Lalu
TOKOH: Sonya dan Alle
ALUR CERITA: Sonya menawarkan es krim rasa teh hijau kepada Alle. Tapi Alle menolak karena ia punya pengalaman buruk dengan es krim. Seperti apa pengalaman buruk Alle? Yuk simak dalam percakapan berikut ini.

Sonya : Hey, Alle. Do you want some green tea ice cream? (Hai, Alle. Kamu mau es krim rasa the hijau?)
Alle : Oh, No. I don’t. (Oh, nggak, aku nggak mau.)
Sonya : Why? Don’t you like ice cream? (Kenapa? Kamu nggak suka es krim?)
Alle : Nope. I have bad experience with ice cream. (Nggak. Aku punya pengalaman buruk dengan es krim.)
Sonya : How was it? Tell me. (Kayak gimana? Ceritakan kepadaku dong.)
Alle : It was a long time ago when I was 10 years old. I visited Uncle John by my self. He wasn’t at home but the door was unlocked. He probably forgot to lock the door so I came in. (Itu udah lama banget waktu aku umur 10 tahun. Aku mengunjungi paman John sendiri. Ia nggak ada di rumah tapi pintunya nggak dikunci. Mungkin ia lupa mengunci pintu, trus aku masuk deh.)
Sonya : And then? (Lalu?)
Alle : Then I was hungry. I looked into his fridge. Did you know what I saw? (Kemudian aku merasa lapar. Aku lihat isi kulkasnya. Tahu apa yang aku temukan?)
Sonya : What did you see? Let me guess… You found ice cream (Apa yang kamu lihat? Biar kutebak… Kamu menemukan es krim.)
Alle : Exactly! I found a cup of ice cream. The color was green. (Tepat sekali! Aku menemukan secangkir es krim.)
Sonya : Was it green tea flavour? I love green tea. (Apa itu rasa the hijau? Aku suka the hijau.)
Alle : You’ll know later. Because I was so hungry, then I ate it all. (Kamu akan tahu nanti. Karena aku lapar jadi aku habiskan es krim itu.)
Sonya : Was it yummy? (Apa rasanya enak?)
Alle : At first, yes, it was yummy because I was hungry. (Awalnya iya, rasanya enak karena aku lapar.)
Sonya : And then? (Kemudian?)
Alle : Uncle John came. He told me that he did a spectacular experiment. He made ice cream with catterpilar. (Paman John datang. Ia bercerita kalau ia bikin eksperimen menakjubkan. Ia membuat es krim dari ulat.)
Sonya : What??? Eeeuuwww!!! (Apa??? Iiyyuuhh!!!)
Alle : I did hope the result of his crazy experiment wasn’t the ice cream that I had eaten. (Aku benar-benar berharap hasil eksperimen gilanya bukanlah es krim yang aku makan tadi.)
Sonya : So, did you ask him? (Trus, kamu tanya kepadanya?)
Alle : Nope. He saw the empty cup and realized that I had eaten the ice cream. He asked me many questions. How did it taste? Did I like it? And many more questions. (Nggak. Dia melihat cangkir kosong dan sadar kalau aku sudah makan es krim itu. Dia memberi banyak pertanyaan. Gimana rasanya? Apa aku menyukainya? Dan banyak pertanyaan lain.)
Sonya : Oh, MG. Then what did you feel? (Oh, Tuhan. Trus apa yang kamu rasakan?)
Alle : I was dizzy and wanted to throw up. I went to the toilet and threw up there. Oh, it was so bad. (Aku merasa pusing dan ingin muntah. Aku ke toilet dan muntah di sana. Oh, sangat tidak enak.)
Sonya : Oh, I can’t imagine it. (Oh, aku nggak bisa membayangkannya.)
Alle : No, you should not image it. It was so disgusting. (Kamu nggak harus membayangkannya. Sungguh menjijikkan.)

Gimana pengalaman Alle dengan es krim hasil eksperimen paman John? Apakah kamu punya pengalaman tak terlupakan di masa kecil yang bikin kamu trauma sampai sekarang? Coba deh jadiin topik dalam contoh dialog Simple Past Tense yang akan kamu bikin. Pasti seru!

 

Contoh Dialog Simple Past Tense 4: Percakapan Singkat tentang Acara Tahun Baru

Contoh Dialog Simple Past Tense Percakapan Singkat tentang Acara Tahun Baru
Apa acara tahun baru yang lalu berkesan buatmu? Apa saja yang kamu lakukan saat malam tahun baru? Dapet gebetan baru dan bercanda seru? Atau malah putus dan menangis sedu?

Apapun yang kamu lakukan di tahun baru yang lalu bisa kamu jadikan contoh dialog Simple Past Tense. Lihat contoh berikut ini beserta terjemahannya.

TOPIK: Acara Tahun Baru
TOKOH: Danni dan Shoni
ALUR CERITA: Shoni bercerita tentang acara tahun baru yang menyenangkan. Ia dan keluarganya pergi camping. Sedangkan Danni tidak punya acara yang seru saat tahun baru.

Danni : Hei, Shon. Happy New Year. (Hei, Shon. Selamat Tahun Baru.)
Shoni : Happy New Year too, Dan. (Selamat Tahun Baru juga, Dan.)
Danni : How was your New Year celebration? (Gimana perayaan tahun barumu?)
Shoni : It was fun. My family and I camped on a hill. (Menyenangkan. Aku dan keluarga berkemah di sebuah bukit.)
Danni : Wow, what were the activities? (Wow, apa saja kegiatannya?)
Shoni : There were many outdoor activities. They were like scout activities. (Ada banyak kegiatan di luar ruangan. Kayak kegiatan pramuka.)
Danni : Who managed the camp activities? (Siapa yang mengatur kegiatan kemah?)
Shoni : The company where my father works. What about you? How was your New Year celebration? (Perusahaan tempat ayahku kerja. Kamu gimana? Bagaimana perayaan tahun baru yang lalu?)
Danni : It was same as last year. No special celebration. (Sama kayak tahun lalu. Nggak ada perayaan istimewa.)
Shoni : That’s okay. Oh yeah, next weekend I will go hiking with my family. Do you want to join us? (Nggak apa-apa. Oh ya, minggu depan aku mau hiking sama keluarga. Kamu mau ikut?)
Danni : Really? May I join? (Benarkah? Boleh aku ikut?)
Shoni : Absolutely yes! You’re my best friend. (Tentu saja boleh. Kamu kan teman terbaikku.)
Danni : Thank you (Terimakasih)
Shoni : Don’t mention it. (Nggak masalah.)

***

Kalo ngeliat 4 contoh dialog Simple Past Tense di atas, terasa gampang banget. Coba kalo disuruh bikin percakapan sendiri, widih koq susah ya. Ha ha! Saya juga sering begitu kalau nggak ada ide. Kuncinya adalah pake pengalaman sendiri sebagai topik. Bumbui dikit biar lebih asik dan ciamik.

Let’s do it!

Pengen tahu lebih banyak tentang Simple Past Tense? Nih, semua materinya ada di bawah ini. Tinggal klik materi yang ingin kamu pahami.

About Made Ari

I am a teacher who likes to share everything about English. Sharing with millions people in Indonesia is my goal to create this blog. Feel free to discuss something with me and like our EnglishCoo FB page so we can keep in touch. Thank you for visiting EnglishCoo and Have a good day!

2 thoughts on “Contoh Dialog Simple Past Tense, Percakapan Seru Masa Lalu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *